Close Menu
Scout.IDScout.ID
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Scout.IDScout.ID
    • Warta Kita
    • Jejak Pramuka
    • Scout Face
    • Pesona Indonesia
    Masuk
    Scout.IDScout.ID
    WhatsApp
    Masuk
    Home»Berita Indonesia»Jawa Barat»Rakerda SMSI Jabar 2 2019: Bahas Kebebasan Pers VS Hoax
    Jawa Barat

    Rakerda SMSI Jabar 2 2019: Bahas Kebebasan Pers VS Hoax

    Benny KurniawanBenny Kurniawan28 Maret 2019
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Bandung – Media konvensional saat ini sudah mulai tergusur oleh keberadaan media online dan media sosial yang mampu memproduksi berita dengan cepat dan akurat menjangkau para pembacanya. Namun munculnya Isu Hoax bisa diartikan sebagai kebohongan yang masuk ke dalam ruang publik.  

    Karena itu, Hoax masih menjadi bahaya bagi media konvensional, televisi, atau online dalam memproduksi berita yang berkualitas.

    “Hoax bukanlah barang baru sekarang ini dan tak habis-habisnya dibahas. Sekarang ini media konvensional,televisi, atau online harus mampu memproduksi berita berkualitas untuk memerangi hoax,” ujar Ketua Dewan Pers, Yosef Adi Prasetyo dalam diskusi bertajuk “Kebebasan Pers dan Berekspresi VS Hoax” di sela-sela Rapat Kerja Daerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat 2 2019, eL Hotel Royal Bandung, Jl. Merdeka No. 2 Bandung, Rabu (27/3/2019).

    Menurut Yosef, berita hoax diciptakan oleh orang pintar tapi jahat dan disebarkan oleh orang baik tapi bodoh.

    “Konten berita palsu yang sedemikian massif kemudian dibiarkan dan tanpa sadar telah meningkatkan kebodohan dalam masyarakat” ujar Yosef.

    Hadir dalam acara tersebut Ketua SMSI Pusat Auri Jaya, Ketua SMSI Jabar Ardiansyah, Direktur Ayo Media Network Roberto Purba, serta sejumlah pemilik media online se-Jawa Barat.

    Merebaknya kabar bohong melalui media sosial, membuat media massa konvensional atau online harus mengambil peran lebih besar dengan menghasilkan karya jurnalistik yang dapat menjadi referensi bagi pembacanya.

    “Media sosial itu bukan produksi jurnalistik, Kita masih bisa mengimajinasikan lahirnya suatu tatanan dimana kebebasan pers bisa berjaya seiring di satu sisi Hoax perlahan-lahan bisa mati,” ujar Yosef

    Tantangan media dan wartawan di era industry 4.0

    Industri 4.0 merupakan gabungan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Media dan wartawan yang kredibel harus bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

    “Wartawan profesional yang memahami teknologi disertai uiji kompetensi sangat penting untuk meningkatkan mutu produk pemberitaan. Termasuk perusahaan pers yang bertanggungjawab untuk menyampaikan informasi yang benar dan terverivikasi” lanjut Yosef.

    Sumber: Benny K/ Roni SF/ Scout.ID/BSN

    Viralkan kabar baik
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Benny Kurniawan

    Pembina siaga, Andalan Kominfo Kwarcab Kota Bandung. Editor Berita Pramuka #BandungKotaPramuka

    Related Posts

    Pesantren Pramuka Khalifa Gelar JOTI 2026

    9 Oktober 2026

    Menjelajah Tanah Pasundan yang Penuh Pesona

    20 Mei 2025

    Upacara Peringatan Hari Ibu Sinergi PGRI dan Korpri di Cisayong

    23 Desember 2024

    Comments are closed.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Info Iklan
    © 2015 - 2026 Scout.id by Dexpert, Inc.
    PT Arti Intel Era

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.