Close Menu
Scout.IDScout.ID
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Scout.IDScout.ID
    • Warta Kita
    • Jejak Pramuka
    • Scout Face
    • Pesona Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Scout.IDScout.ID
    Home»Advertorial»Resensi»Film Iqro My Universe, Inspirasi untuk Berani Bercita-cita
    Resensi

    Film Iqro My Universe, Inspirasi untuk Berani Bercita-cita

    Richard AbdullohRichard Abdulloh11 Juli 2019
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Film Iqro: My Universe menceritakan tentang seorang remaja yang bercita-cita menjadi astronot rilis di bioskop-bioskop Indonesia hari ini, Kamis (11/7/2019).

    Meskipun Aqilla (Aisha Nurra Datau) masih bersekolah di tingkat menengah, cita-citanya sangat tinggi.

    Menjadi astronot merupakan harapan terbesarnya saat itu. Opanya (Cok Simbara) yang merupakan seorang astronom menjadi tempat Aqilla belajar dan bertanya.

    Karya pasangan suami istri Iqbal dan Aisyah

    Cita-citanya semakin dekat saat ada kompetisi vlog berhadiah kunjungan ke Inggris, khususnya Pusat Pelatihan Astronot. Dalam vlog tersebut, peserta harus menceritakan tentang orang-orang yang berjasa atau berkecimpung dalam dunia ilmu pengetahuan, khususnya ruang angkasa.

    Harusnya ini bukan hal yang sulit, mengingat opanya seorang astronom. Sayangnya saat akan bertemu dengan bahan vlognya, opanya telah pergi ke Inggris untuk sebuah tugas penelitian.

    Untungnya guru mengaji Aqilla memberikan buku tentang Ibu Tsurayya (Maudy Koesnaedi), seorang astronot perempuan Indonesia. Ibu Tsurayya sedang melakukan penelitian tentang tanaman yang akan dibawa ke luar angkasa.

    Aqilla harus berusaha untuk bertemu dan membujuk Ibu Tsurayya untuk mau menjadi bagian dari vlognya.

    Tapi tentu bukan hanya itu permasalahan yang dihadapi Aqilla, dia juga harus berkompetisi dengan peserta lain. salah satu saingannya dalam kompetisi adalah June (Azra Mayraina), teman sekolahnya.

    Selain pemain di atas, aktor dan aktris lain yang bergabung yaitu Raihan Khan, Mike Lucock, Ben Kasyafani, Elliz Christine, Adhitya Putri, Mario Irwinsyah, Astrie Ivo dan Meriam Bellina.

    Iqro: My Universe merupakan sekuel dari Iqro: Petualangan Meraih Bintang yang rilis tahun 2017. Film berdurasi 101 ini merupakan karya pasangan suami-istri penggiat Iqbal Alfajri sebagai dan Aisyah Amirah Nasution sebagai penulis naskah.

    Film ini menjadi ikon karya keren anak masjid. Masjid Salman ITB melalui Salman Film Academy menggandeng studio produksi Bumi Prasidi dan MAV untuk mewujudkan film edukasi islami ini.

    Kisah inspiratif untuk ide Iqro My Universe

    Pada Oktober tahun 1985 lalu, setelah melewati seleksi panjang, Pratiwi akhirnya terpilih sebagai salah satu orang yang akan mengemban misi dari NASA. Pratiwi rencananya akan ambil bagian dalam misi Space Shuttle STS 61-H sebagai seorang Payload Specialist. Namun karena adanya insiden di Florida yang menyebabkan pesawat ruang angkasa milik AS Challenger STS 51-L meledak, Pratiwi gagal mengorbit.

    “Maka kami mendedikasikan film ini untuk beliau juga. Sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia agar terus bermimpi dan berusaha untuk mewujudkannya. Karena Indonesia adalah negara kaya, sudah seharusnya Indonesia memiliki vokal di dunia internasional,” kata Iqbal pada konferensi pers film Iqro: My Universe.

    Pratiwi Sudarmono yang juga hadir pada konferensi pers sangat mengapresiasi film tersebut. Dia menekankan, film Iqro: My Universe bisa merangsang keingintahuan anak tentang kehidupan alam, dunia, terutama luar angkasa.

    “Alam semesta itu sangat luas jangkauannya, tentu saja masih banyak yang harus dieksplorasi oleh umat manusia,” jelas Pratiwi yang kini menjabat sebagai professor mikrobiologi di Universitas Indonesia.

    Untuk itu dia berharap, film Iqro: My Universe bisa mendorong anak bangsa untuk bermimpi dan semangat mewujudkan mimpi-mimpinya. Selain itu juga diharapkan, film ini bisa menambah wawasan anak-anak terhadap luar angkasa.

    Iqro: My Universe Resensi film Scout for Us
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard Abdulloh
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram
    • LinkedIn

    Penggalang ramu, angggota Pramuka ITB Kota Bandung 05005. Junior Editor, didampingi oleh Udex Mundzir

    Related Posts

    Kisah Ajaib Empat Anak Bertahan di Hutan Amazon

    20 November 2024

    Ekstrakurikuler Pramuka Semakin Giat Prestasi Siswa Membaik

    21 Juni 2023

    Tanda Kecakapan Umum Dalam Gerakan Pramuka

    17 Juni 2023

    Comments are closed.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Info Iklan
    © 2015 - 2026 Scout.id by Dexpert, Inc.
    PT Arti Intel Era

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.