Close Menu
Scout.IDScout.ID
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Scout.IDScout.ID
    • Warta Kita
    • Jejak Pramuka
    • Scout Face
    • Pesona Indonesia
    Masuk
    Scout.IDScout.ID
    WhatsApp
    Masuk
    Home»Berita Indonesia»Jawa Barat»Stand Makanan LT II Bojonggambir Ramai, Omzet Pedagang Justru Turun
    Jawa Barat

    Stand Makanan LT II Bojonggambir Ramai, Omzet Pedagang Justru Turun

    Alfi SalamahAlfi Salamah22 Oktober 2024
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Stand Makanan LT II Bojonggambir Ramai, Omzet Pedagang Justru Turun
    Stand Makanan LT II Bojonggambir.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Tasikmalaya – Puluhan stand makanan meramaikan perhelatan LT II Kwarran Bojonggambir di Lapang Wanda Mekar, Desa Wandasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Acara yang berlangsung dari 26 hingga 28 Agustus 2024 ini, menyajikan beragam pilihan kuliner yang disambut antusias oleh pengunjung.

    Pada hari pertama, beberapa pedagang mengungkapkan pendapatan mereka. Yudi, seorang penjual kebab, mengaku memperoleh omzet sebesar Rp400 ribu.

    “Hari pertama saya mendapatkan omzet sampai Rp400 ribu. Untuk pembayaran stand, kemarin belum ada yang meminta, tapi biasanya kami membayar ke karang taruna. Saat ini, saya baru membayar listrik saja, belum ada pembayaran lainnya,” katanya pada Selasa (27/8/2024).

    Ia berharap agar tahun depan pedagang bisa ditempatkan di area yang lebih teratur dan difasilitasi agar lebih tertib lagi.

    Omzet Pedagang Turun

    Ibu Deris, pedagang bakso bakar dan sosis, juga berbagi cerita tentang pendapatannya. Menurutnya, omzet pada hari pertama mencapai Rp400 ribu, namun angka tersebut masih di bawah harapannya.

    “Biasanya lebih dari itu karena sekarang banyak yang menjual produk serupa jadi omzetnya menurun,” ujarnya.

    Ibu Deris juga menyebut bahwa pembayaran stand biasanya dilakukan kepada karang taruna, meski hingga saat ini belum ada yang menagih.

    “Paling hanya bayar kebersihan Rp5.000 ke karang taruna, tapi itu tergantung jenis jualannya,” tambahnya.

    Bapak Tedi, yang menjual berbagai minuman seperti es kunut, es lemon, dan es jeruk peras, mengeluhkan pendapatan yang minim.

    “Biasanya bisa sampai Rp800 ribu, sekarang paling sehari hanya Rp100 ribu,” katanya.

    Ia juga menambahkan bahwa pembayaran stand biasanya dilakukan ke karang taruna, namun hingga kini belum ada yang meminta.

    Pembayaran Stand Belum Ditagih

    Mang Uus, seorang pedagang sosis dari Tasik Kota, juga merasakan penurunan omzet dibandingkan dengan berjualan di tempat lain seperti di Sodong Hilir.

    “Dibandingkan dengan berdagang di Sodong Hilir, di sini omzet menurun,” ujarnya singkat.

    Meskipun pendapatan para pedagang tidak sebesar yang diharapkan, acara ini tetap menjadi momen penting untuk mengenalkan produk mereka kepada masyarakat.

    Kwaran Bojonggambir LT II Bojonggambir 2024
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Alfi Salamah

    Redaktur berita kegiatan daerah, Pramuka Pandega di Pesantren Pramuka Khalifa Tasikmalaya.

    Related Posts

    Pesantren Pramuka Khalifa Gelar JOTI 2026

    9 Oktober 2026

    Menjelajah Tanah Pasundan yang Penuh Pesona

    20 Mei 2025

    Upacara Peringatan Hari Ibu Sinergi PGRI dan Korpri di Cisayong

    23 Desember 2024

    Comments are closed.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Info Iklan
    © 2015 - 2026 Scout.id by Dexpert, Inc.
    PT Arti Intel Era

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.