Close Menu
Scout.IDScout.ID
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Scout.IDScout.ID
    • Warta Kita
    • Jejak Pramuka
    • Scout Face
    • Pesona Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Scout.IDScout.ID
    Home»Gen Z Punya Rasa Percaya Diri yang Tinggi, Inilah Penyebabnya

    Gen Z Punya Rasa Percaya Diri yang Tinggi, Inilah Penyebabnya

    Aisyie MaryamAisyie Maryam25 Juni 2021
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    girls teen teenagers gen z
    Photo by Polina Tankilevitch on Pexels.com
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Generasi Z (Gen Z) mungkin memiliki masa remaja yang unik dan berbeda dari pada generasi sebelumnya. Lahir di zaman serba digital memberikan mereka kemudahan untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari serta konten yang sangat tidak terbatas.

    Hal tersebut kata psikolog klinis, Tara de Thouars, membentuk Gen Z menjadi sebuah generasi dengan memiliki kepribadian, ketertarikan, dan penampilan yang berbeda-beda. 

    Gen Z rasa percaya dirinya tinggi

    Apalagi, lanjut Tara, pada masa remaja mereka tengah dalam proses pencarian identitas diri. Mereka juga membutuhkan penerimaan sosial yang baik. Agar semua dapat tercapai, Gen Z memerlukan karakter tertentu, salah satunya adalah rasa percaya diri yang besar. 

    Milenial berpotensi jadi Generasi O. (Shutterstock)
    Generasi Z (GenZ).  (Shutterstock)

    “Menariknya, menurut survei yang saya dan GADIS lakukan, 71 persen Gen Z sudah memiliki rasa percaya diri tinggi. Dengan rasa percaya diri ini, Gen Z jadi merasa lebih aktif, positif, dan inovatif, juga pastinya bisa menumbuhkan karakter sweet dalam diri mereka,” jelas dia dalam acara virtual peluncuran Fres & Natural Dessert Collection, Kamis (24/6/2021).

    Karakter sweet yang dimaksud, jelas mereka adalah ramah, menyenangkan, peduli, dan empatik, yang bisa menghindarkan dirinya dari perilaku bullying, tidak peduli, tidak menghargai, tidak memiliki integritas, cemburu, dan sejenisnya. 

    Tara juga menambahkan, untuk membangun karakter sweet ini sangat diperlukan faktor internal, seperti rasa percaya diri, dan faktor eksternal, seperti pengaruh lingkungan.

    Dalam survei, beberapa hal yang membangun rasa percaya diri mereka di antaranya ialah karena merasa dipandang positif oleh orang lain (82 persen), memiliki penampilan baik, seperti wangi (66 persen, dan menonjol dalam akademik (59 persen).

    Dengan rasa percaya diri tersebut, survei bertajuk “Gen Z Social Media Behaviour 2021” ini menjelaskan jika akhirnya Gen Z di Indonesia percaya dengan autentisitas, baik personal branding terhadap diri mereka sendiri maupun untuk memilih sebuah produk. 

    “Dalam hal ini, Gen Z menggunakan media sosial sebagai alat untuk menyalurkan ekspresi, mendapatkan informasi serta hiburan, dan memperkuat suara/pendapat mereka mengenai suatu hal/isu. Gen Z juga berani speak up dan memiliki keinginan untuk mencari perubahan,” tutup dia.

    Generasi Z Lifestyle Percaya diri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Aisyie Maryam

    Related Posts

    Scouting 5.0

    22 Oktober 2024

    Pakai Jumpsuit Gemas, Harga Outfit Baby Rayyanza

    3 Juni 2022

    Gemasnya Momen Baby Leslar Berenang, Cek Harga Celana Renangnya

    3 Juni 2022

    Comments are closed.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Info Iklan
    © 2015 - 2026 Scout.id by Dexpert, Inc.
    PT Arti Intel Era

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.