Close Menu
Scout.IDScout.ID
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Scout.IDScout.ID
    • Warta Kita
    • Jejak Pramuka
    • Scout Face
    • Pesona Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Scout.IDScout.ID
    Home»Pesona Indonesia»Faviconic»Asal Mula Kujang Senjata Ksatria Pasundan
    Faviconic

    Asal Mula Kujang Senjata Ksatria Pasundan

    Sindi SyafitriSindi Syafitri10 November 2019
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    kujang pusaka macan putih prabu siliwangi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang tak hanya memiliki kekayaan alam yang luas, keragaman budayanya pun tak kalah kayanya. Setiap daerah memiliki adat dan budaya yang berbeda-beda. Mulai dari bahasa daerah, rumah adat, pakaian adat, alat musik, senjata dan masih banyak yang lainnya.

    Salah satu hal yang membuat ngeri adalah senjata. Namun, setiap daerah di Indonesia memiliki senjata tradisional yang mencirikan daerahnya masing-masing dengan sejarah yang berbeda pula. Salah satu senjata yang berasal dari sunda adalah Kujang.

    Mengandung nilai seni dan sarat mistik

    Sebagaimana seperti senjata tradisional yang lain, misalnya keris, rencong, badik dan senjata lainnya, kujang mengandung nilai seni dan sarat akan mistik. Kujang banyak digandrungi para pecinta atau kolektor senjata, karena memiliki bentuk yang unik dan mengandung nilai sejarah pula. Namun, ada pula kolektor yang sengaja memburu kujang bertuah.

    Sejarah terciptanya kujang

    Sejarah awal terciptanya kujang sebagai identitas ksatria pasundan, sangat erat kaitannya dengan Prabu Siliwangi sebagai penggagas terciptanya senjata tersebut. Penamaan dan penyebutan istilah “kujang” sendiri berasal dari dua kata sunda kuno, yaitu “Kudi” dan “Hyang”.

    Kudi memiliki arti kesaktian. Sedangkan Hyang diartikan sebagai sang maha pencipta. Jadi dapat diartikan, kujang bermakna senjata sakti mandraguna yang berasal dari Sang Maha Pencipta.

    Pada zaman dahulu sebelum kujang terbentuk seperti sekarang ini, kujang digunakan para penduduk menjadi alat pertanian. Kemudian pada masa Raja Kuda Lalean, yang merupakan penguasa sebelum Prabu Siliwangi.

    Raja Kuda Lalean merasa membutuhkan sebuah senjata yang menjadi identitas tanah Pasundan. Kemudian, beliau melakukan Tapa Brata agar mendapatkan petunjuk dari Sang Maha Kuasa.

    Tapa brata

    Berdasarkan informasi dari Kang Feri, yang merupakan sejarawan dan budayawan. Saat Sang Prabu melakukan Tapa Brata, dalam tirakatnya ia melihat sebuah gambaran berupa Jawa Dwipa atau Pulau Jawa. Pada saat itu, Sang Prabu meminta seorang mpu untuk membuat senjata sebagaimana yang diinginkannya, terutama yang bercirikan kerajaan seperti ilham yang ia dapatkan saat melakukan tirakat.

    Mulai saat itu, terbentuk senjata Kujang yang memiliki bentuk seperti sekarang yang sering kita lihat. Kemudian, pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi, bentuk kujang semakin disempurnakan. Sehingga, memiliki nilai estetika dan nilai seni yang indah.

    Pada gagang/pegangan senjata Kujang Prabu Siliwangi dibentuk menyerupai kepala macan. Perwujudan bentuk macan di gagang kujang, merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada Panglima Macan Putih yang banyak membantunya, terutama saat menghadapi serangan bangsa Mongol dan bangsa lain yang mengancam Kerajaan Pajajaran.

    Kujang bertuah, harus percaya atau tidak ?

    Umumnya, kujang memiliki bentuk yang sama. Walaupun kujang identik dengan hal-hal yang berkaitan dengan mistik, namun tidak semua kujang memiliki energi metafisik. Ada yang mempergunakan kujang yang bertuah untuk hal-hal yang berkaitan dengan ghaib. Namun, banyak pula para kolektor mempergunakan kujang hanya untuk hiasan semata. Hal itu karena bentuk kujang yang memang unik dan menarik.

    Mengenai kujang bertuah, dipercaya atau tidak, dikembalikan lagi kepada kepercayaan masing-masing. Namun, yang harus kita yakini ialah sejarah yang terkandung di dalamnya. Selain itu, menjadi sebuah keharusan bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk terus melestarikan kekayaan dan kebudayaan Indonesia.

    Kujang Prabu Siliwangi Seni Sunda
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Sindi Syafitri

    Mentor Muslimah Care Indonesia, Perintis UKM Literasi Triguna, Pengurus Generasi Madani Tasikmalaya Editor scout.id

    Related Posts

    Bendera Terpanjang Pecahkan MURI, Gubernur Khofifah Kobarkan Nasionalisme

    13 November 2022

    7 Kategori Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dan Aspek Penilaiannya

    3 Juli 2021

    Resep Sambal Taichan yang Enak, Gurih Pedas Segar dan Praktis

    22 Juni 2021

    Comments are closed.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Info Iklan
    © 2015 - 2026 Scout.id by Dexpert, Inc.
    PT Arti Intel Era

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.