Tasikmalaya – Dunia digital menjadi jembatan persahabatan bagi generasi muda Pramuka untuk menjelajahi pengetahuan dan membangun jejaring internasional. Pesantren Pramuka Khalifa kembali mempersiapkan kegiatan Jamboree on the Internet (JOTI) 2026 yang mempertemukan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga mancanegara melalui ruang pembelajaran daring.
Kegiatan bertema Connect, Learn, and Make an Impact tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 dengan melibatkan pelajar SMP, SMA, dan SMK se-Jawa Barat. Selama tiga hari, peserta akan mengikuti delapan sesi pembelajaran melalui Zoom Meeting yang menghadirkan narasumber dari kalangan Trainer Training of Trainers (ToT) Life Leaders Gerakan Pramuka Jawa Barat. Materi yang disiapkan mencakup pendidikan kepramukaan, kepemimpinan, pembangunan berkelanjutan, perdamaian, hingga pengembangan jejaring persahabatan internasional.
Menjelang pelaksanaan kegiatan, panitia JOTI 2026 Pesantren Pramuka Khalifa menggelar rapat koordinasi pada Kamis (15/10/2026). Pertemuan tersebut difokuskan untuk memastikan kesiapan seluruh rangkaian acara, mulai dari pengaturan jadwal, koordinasi narasumber, pengelolaan peserta, hingga kebutuhan teknis selama kegiatan berlangsung.
Rapat koordinasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan JOTI yang sepenuhnya memanfaatkan teknologi komunikasi digital. Panitia berupaya memastikan setiap sesi dapat berjalan efektif sehingga peserta memperoleh pengalaman pembelajaran yang interaktif meskipun mengikuti kegiatan dari lokasi berbeda.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, JOTI 2026 tidak lagi digabungkan dengan Jamboree on the Air (JOTA) maupun kegiatan perkemahan selama tiga hari dua malam. Tahun ini, Pesantren Pramuka Khalifa memilih memusatkan seluruh kegiatan pada interaksi melalui jaringan internet.
Perubahan konsep tersebut dilakukan untuk memperluas kesempatan peserta mengikuti kegiatan sekaligus memperkuat kualitas komunikasi antara pelajar, narasumber, dan sesama anggota Pramuka.
Ketua Pelaksana JOTI 2026 Pesantren Pramuka Khalifa, Astri Nurfianti Suherman, menjelaskan bahwa perubahan format penyelenggaraan bukan sekadar menyederhanakan rangkaian kegiatan, melainkan menjadi langkah untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih berkelanjutan.
“Tahun sebelumnya kita melaksanakan JOTA dan JOTI juga dikemas dengan kemah selama tiga hari dua malam. Tahun ini kita hanya melaksanakan JOTI saja dengan harapan itu bisa menghubungkan para peserta dan narasumber yang bergabung untuk melahirkan persahabatan, pembelajaran, dan kontribusi secara nyata untuk keberlanjutan dalam pengembangan diri masing-masing ataupun kelompok serta lingkungannya,” ujar Astri Nurfianti Suherman dalam rangkaian persiapan kegiatan, Kamis (15/10/2026).
Menurut Astri, kegiatan berbasis internet membuka peluang bagi peserta untuk menjalin hubungan dengan lebih banyak anggota Pramuka tanpa dibatasi jarak geografis. Interaksi tersebut diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi dapat berkembang menjadi jejaring persahabatan dan kerja sama yang memberikan manfaat bagi pengembangan diri maupun lingkungan.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan JOTI 2026 adalah sesi Sahabat Pena: Meet a Scout, Make a Friend yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026).
Sesi tersebut dirancang untuk mempertemukan peserta dengan empat sahabat pena, terdiri atas tiga orang dari Brunei Darussalam dan satu orang dari Cirebon, Jawa Barat.
Kehadiran sahabat pena lintas negara menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal pengalaman, kebudayaan, serta kehidupan anggota komunitas kepanduan dari wilayah berbeda.
Melalui komunikasi langsung, para pelajar diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi, mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan, serta memperluas wawasan mengenai persahabatan internasional.
Program sahabat pena juga menjadi sarana untuk memperkenalkan pentingnya sikap saling menghormati di tengah perbedaan latar belakang budaya dan lingkungan sosial.
Selain memperluas jejaring, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat kolaborasi dan memperkuat nilai persaudaraan yang menjadi bagian penting dalam pendidikan kepramukaan.
Sementara itu, Ketua Gugus Depan Pesantren Pramuka Khalifa, Alfi Salamah, menegaskan bahwa JOTI merupakan salah satu bentuk penyesuaian pendidikan kepramukaan terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi muda.
Menurutnya, kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang mampu memperkaya pengalaman peserta sekaligus membentuk karakter yang tangguh dan bertanggung jawab.
“Harapan saya, melalui kegiatan ini, adik-adik dapat memperoleh pengalaman baru, membangun jejaring persaudaraan dengan sesama Pramuka, serta semakin percaya diri dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Alfi Salamah dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Alfi menilai pendidikan kepramukaan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan lapangan, kedisiplinan, dan kegiatan luar ruang. Perkembangan zaman menuntut anggota Pramuka memiliki kecakapan digital, kemampuan komunikasi, serta pemahaman terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Karena itu, penggunaan teknologi dalam kegiatan JOTI diarahkan untuk mendukung pembentukan karakter, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama.
“Semoga kegiatan JOTI ini berjalan lancar dan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, kreatif, berwawasan luas, serta bijak dalam menggunakan teknologi. Karena bagi kami, Pramuka bukan hanya tentang keterampilan di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas Alfi Salamah.
Melalui delapan sesi yang telah disiapkan, peserta diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pembahasan mengenai pembangunan berkelanjutan dan perdamaian menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tanggung jawab generasi muda terhadap berbagai tantangan global. Sementara itu, materi kepemimpinan dan pendidikan kepramukaan diharapkan mampu memperkuat keterampilan personal maupun kerja sama kelompok.
Penyelenggaraan JOTI 2026 juga memperlihatkan bagaimana kegiatan Pramuka dapat dikembangkan melalui pendekatan pendidikan digital yang lebih terbuka. Dengan memanfaatkan platform pertemuan daring, peserta dari berbagai wilayah memiliki kesempatan untuk belajar bersama tanpa harus berkumpul secara fisik.
Melalui persiapan yang terus dimatangkan, Pesantren Pramuka Khalifa berharap JOTI 2026 dapat menjadi ruang pembelajaran, persahabatan, dan kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi peserta. Kegiatan ini sekaligus diharapkan memperkuat peran pendidikan kepramukaan dalam membentuk generasi muda Jawa Barat yang berkarakter, berwawasan global, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

