Tasikmalaya – Jarak bukan lagi penghalang untuk menjalin persaudaraan dalam gerakan kepanduan. Semangat tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan Jamboree On The Internet (JOTI) 2026 yang dihadirkan Pesantren Pramuka Khalifa sebagai ruang pertemuan, pembelajaran, dan kolaborasi Pramuka melalui teknologi digital. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Oktober 2026, dengan mengusung semangat konektivitas dan persahabatan tanpa batas.
Melalui informasi yang dipublikasikan akun Instagram resmi @pp.khalifa, Pesantren Pramuka Khalifa mengajak anggota Pramuka untuk berpartisipasi dalam JOTI 2026. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara daring menggunakan platform Zoom Meeting dengan menghadirkan delapan sesi interaktif selama tiga hari. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta agar dapat bertemu, belajar, berbagi pengalaman, sekaligus membangun hubungan dengan sesama anggota Pramuka melalui ruang digital.
Mengusung konsep 8 Sessions, 3 Days, One Journey, kegiatan ini menawarkan pengalaman pembelajaran yang menggabungkan nilai-nilai kepramukaan dengan pemanfaatan teknologi komunikasi modern. Melalui rangkaian sesi yang telah disiapkan, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan baru sekaligus memperluas jejaring persahabatan dalam lingkungan kepanduan.
Dalam pengumumannya, Pesantren Pramuka Khalifa menyampaikan ajakan kepada anggota Pramuka untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana mengembangkan diri dan memperluas koneksi.
“Saatnya bertemu, belajar, berbagi pengalaman, dan membangun koneksi bersama Pramuka melalui dunia digital. Selama 3 hari, kita akan mengikuti 8 sesi seru dalam satu perjalanan penuh pengetahuan, persahabatan, dan aksi nyata,” demikian keterangan yang disampaikan melalui akun Instagram @pp.khalifa.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa JOTI 2026 tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pertemuan virtual, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan wawasan, serta penguatan nilai kebersamaan di kalangan anggota Pramuka.
Jamboree On The Internet sendiri merupakan bagian dari kegiatan kepanduan yang memanfaatkan jaringan internet untuk mempertemukan anggota Pramuka dari berbagai wilayah dan negara. Melalui komunikasi digital, peserta dapat bertukar pengetahuan, mengenal keberagaman budaya, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan yang lebih luas.
Keikutsertaan dalam kegiatan semacam ini juga memiliki relevansi dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif menjadi salah satu keterampilan penting bagi generasi muda, termasuk anggota Pramuka yang diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
Dalam poster kegiatan JOTI 2026, Pesantren Pramuka Khalifa turut menampilkan sejumlah nilai yang menjadi bagian dari perjalanan peserta, yakni Open, Know, Grow, Discover, Peace, Impact, Connect, dan Close. Rangkaian tersebut menggambarkan tahapan kegiatan yang berorientasi pada keterbukaan, pengembangan pengetahuan, pertumbuhan pribadi, penemuan pengalaman baru, perdamaian, dampak positif, serta penguatan hubungan antarpeserta.
Melalui pendekatan tersebut, kegiatan JOTI 2026 diharapkan dapat memberikan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi pengembangan keterampilan sosial dan kepemimpinan generasi muda.
Selain menawarkan pengalaman belajar secara virtual, penyelenggara juga menyediakan apresiasi bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Peserta yang memenuhi ketentuan keikutsertaan berkesempatan memperoleh e-Tiska dan e-Sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka.
Penyelenggara telah membuka pendaftaran bagi calon peserta yang berminat mengikuti kegiatan tersebut. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui kode QR atau tautan yang tersedia pada materi publikasi resmi Pesantren Pramuka Khalifa.
“REGISTRATION IS NOW OPEN!” tulis penyelenggara dalam unggahan Instagram yang mengumumkan pembukaan pendaftaran JOTI 2026.
Pengumuman tersebut menjadi ajakan bagi anggota Pramuka untuk segera mendaftarkan diri dan mempersiapkan keikutsertaan dalam rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.
Dengan pelaksanaan secara daring, kegiatan ini memberikan peluang bagi peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti aktivitas kepanduan tanpa harus hadir secara fisik di satu lokasi. Pemanfaatan Zoom Meeting juga memungkinkan interaksi antarpeserta melalui perangkat digital yang terhubung dengan jaringan internet.
Di tengah semakin berkembangnya teknologi informasi, kegiatan kepanduan berbasis digital seperti JOTI menjadi salah satu bentuk adaptasi gerakan Pramuka terhadap kebutuhan generasi masa kini. Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan literasi digital sekaligus mempertahankan semangat persaudaraan yang selama ini menjadi bagian penting dari pendidikan kepramukaan.
Pesantren Pramuka Khalifa juga mengajak calon peserta untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mengambil bagian secara aktif dalam pengalaman kepanduan digital tersebut.
“Jangan cuma jadi penonton—be part of JOTI 2026 and connect with Scouts beyond borders!” demikian ajakan yang disampaikan melalui unggahan penyelenggara.
Melalui JOTI 2026, Pesantren Pramuka Khalifa berupaya menghadirkan kegiatan yang memadukan pembelajaran, teknologi, dan nilai persahabatan dalam satu pengalaman bersama. Penyelenggaraan selama tiga hari dengan delapan sesi tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi anggota Pramuka untuk memperluas wawasan, membangun relasi, serta mengembangkan potensi diri melalui interaksi digital yang positif.
Kehadiran JOTI 2026 sekaligus menegaskan bahwa semangat kepramukaan dapat terus berkembang mengikuti kemajuan zaman. Dengan memanfaatkan teknologi sebagai jembatan komunikasi, anggota Pramuka memiliki kesempatan untuk terhubung, belajar, dan berbagi inspirasi melampaui batas geografis.

